Pencahayaan di dalam rumah

Untuk penataan cahaya rumah, sang empunya warung minum ini memakai lampu-lampu tembak hallogen yang di pancarkan merata. Khusus di dekat panggung Berta di area counterbar, lampu-lampu sorot ini digantungkan di dua bilah kawat besi yang dipasang sejajar. Lampu-lampu ini ditempel diatas dengan ketinggian yang berlainan, tergantung dari keinginan. Selain itu, lampu dinding yang memiliki bentuk setengah lingkaran dari bahan.

Awal besi tipis yang memiliki warna gelap diletakkan secara hati-hati di dinding balkon. Pencahayaan pada dinding itu, sengaja dibelokkan ke atas. Pada tempat minum-minum, bagian atasnya memang di desain tinggi serta spesial, yaitu memiliki bentuk seperti kerucut. Bagian atas rumah ini memang dibiarkan terlihat sehingga bahan awalnya, yaitu besi berwarna gelap jadi tampat jelas. Hanya di tempat-tempat tertentu, besi gelap ini di selimuti dengan soft board dan tripeks warna hitam. Selain itu, sebagai ornamen yang digantung pada beberapa hiasan dari baja tipis (seperti kawat kasa) memiliki bentuk kotak. Di tempat lain, sebuah alat video laser disc ditaruh di atas tempat minum-minum dengan layar yang diletakkan di dinding.

Jual Rumah Perumahan di Jakarta Barat

Jual Rumah Perumahan di Jakarta Barat

Pada satu bagian dinding rumah, yang mengarah ke tempat masuk, terdapat sebuah hiasan berbentuk pohon kelapa. Hiasan inilah menjadi lambang dari warung minum itu, karena begitu para pendatang masuk ke dalam ruangan, hiasan berbentuk pohon kelapa ini dapat mengalihkan konsentrasi mereka. Berbagai jenis meja dan kursi. Disesuaikan dengan kegunaanya sebagai warung minum, kedatangan meja dan kursi untuk para pengunjung dapat menjadi sangat berarti. Tetapi, pada bagian rumah yang tidak begitu luas menjadi masalah terutama. oleh sebab itu, sang interior design yang juga berasal dari Australia, Dee Mytton, berpendapay bahwa warung minum dapat menggunakan lebih dari satu jenis model untuk penataan meja makan.

Biasanya, ada empat macam tata cara meja dan kursi makan. Pertama, jual rumah perumahan di Jakarta Barat di bagian tengah rumah, ada meja yang memiliki bentuk kayu dengan sentuhan akhir memudar. Meja ini dikelilingi oleh kursi yang terbuat besi berwarna gelap yang dibuat spesial. Sandaran kursi memliki bentuk zigzag, hampir sama dengan dengan lambang  warung minum itu sendiri, sedangkan kain penutup, memiliki warna putih dengan corak kotak2 dan tertulis judul dari warung minum. Model lain dari meja adalah bermodel warung. Meja beralaskan kayu dengan sentuhan akhir warna samar-samar ini menempel ke dinding. Kursi yang dipakai untuk meja ini persis seperti yang ada meja beebentuk lingkaran. Meja lain, meja counter bar juga dipakai untuk para pendatang sambil menempatkan kursi-kursi yang terbuat dari besi dan bermodel sama. Jenis meja terakhir adalah staadtler. Meja yang ditanam ini hanya menempati satu bagian rumah si daerah saja.

Kursi yang membuat sempurana kompartemen ini dibuat dari kayu yang diberi sentuhan akhir warna pucat, tetapi untuk sandaran kursi dipergunakan kulit palsu. “Kalau pendatang sangat ramai, kami menyediakan meja-meja berbentuk lingkaran, dan sebagai substitusi bagi para pengunjung bisa menjadikan dinding penyekat sebagai meja. Oleh karena itu, dinding rumah penyekat itu kami berikan lapisan dengan atasan kayu yang dipoles akhir samar-samar. sedangkan di daerah bawah, dekat lantai, kami sediakan tempat buat mengistirahatkan kaki sepanjang dinding pembatas,” begitulah dijelaskan oleh si interior desainer. Umumnya, desain dari bagian dalam warung minum ini sangat khas dan memiliki kesan rileks, seiring dengan maksud didirikannya warung minum ini. Tampilan pinggir pantai dijadikan karena atmosfer tepi pantai memberikan rasa akrab dan meniadakan aturan-aturan formal, nilai pasti sebuah warung minum.