Kerukunan Umat Beragama

Persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia akan tetap kokoh apabila semua bangsa Indonesia dapat menjaga dan membina kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kerukunan hidup harus diwujudkan di dalam semua kehidupan, baik dalam kehidupan agama, sosial, ekonomi, budaya, politik, maupun pertahanan keamanan. Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam kehidupannya, dan manusia dalam kehidupannya mempunyai tugas dan tanggung jawab terhadap Tuhan, terhadap sesama manusia, terhadap lingkungan hidup, ataupun terhadap bangsa dan negaranya.  Sebagai manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, kita wajib melaksanakan segala Perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya secara ikhlas dan sabar. Kita akan bertindak dan berfikir sesuai dengan ajaran agama yang kita yakini kebenarannya. Dengan demikian, ibadah yang harusnya kita lakukan merupakan suatu kebutuhan untuk mewujudkan kedamaian dan kebahagiaan dunia akhirat.

Kedamaian atau kebahagiaan itu pasti akan kita dapatkan apabila kita dekat dengan Tuhan, hormat dan juga patuh kepada orang tua, saling mengasihi dan menghormati sesama manusia, serta selalu berbuat kebaikan di mana pun kita berada. Sebaliknya, apabila kita melakukan semua larangan yang agama ajarkan, misalnya, berjudi, minum minuman keras, mencuri, atau menyakiti sesama manusia dan bahkan bisa lupa dengan Tuhan kita, niscaya kesengsaraan yang akan kita dapatkan di dalam kehidupan ini. Perbuatan tersebut selain merugikan diri sendiri dan merugikan masyarakat juga bertentangan dengan ajaran agama.

 Kerukunan Umat Beragama

 

Kerukunan hidup antar umat beragama harus selalu dijaga dan ditingkatkan untuk memperkuat ketahanan nasional. Setiap orang wajib menghormati kebebasan untuk memeluk agama dan menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinan masing-masing. Sikap dan perilaku egois, menang sendiri, atau merasa diri paling hebat dan paling benar merupakan sikap dan perilaku yang tidak sesuai dengan norma masyarakat. Apalagi melakukan tindakan ekstrem, melakukan kekerasan, main hakim sendiri. Sikap dan perilaku dan ekstrem sangat bertentangan dengan pandangan hidup bangsa Indonesia, dan juga bertentangan dengan agama.

Perilaku egois dan ekstrem harus ,segera ditanggulangi karena akan dapat menimbulkan perpecahan di antara masyarakat serta kesalahpahaman yang pada akhirnya akan menggoyahkan semua kerukunan dan persatuan nasional yang sudah ada.Dalam kehidupan kita tidak perlu memperolok agama lain dan cara ibadah orang lain karena hal itu hanya akan membuat rasa permusuhan. UUD 1945, Pasal 29 ayat (2) menyatakan dengan tegas bahwa ‘Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurUt agamanya dan kepercayaannya itu” berarti setiap orang juga harus menghormati agama dan keyakinan orang lain, terhadap suatu agama akan dikenai sanksi, sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku di negara kita (KUHP).

Comments are closed.