Sejarah Kota Jakarta

Pada zaman Kerajaan Hindu Pajajaran, Jakarta dahulu bernama Sunda Kelapa kota utama dan strategic. Dan di sini juga terdapat pelambuhan yang dimana banyak jumlah dan jenis barang ekspor dari luar negeri, misalnya berbagai jenis beras, emas, berbagai jenis sayuran, dan hewan potong. Di samping itu, Pelabuhan Sunda Kelapa menjadi jalur transit yang ramai disinggahi para saudagar dari Palembang, Makassar, Madura, para pedagang dari berbagai penjuru pantai utara Pulau Jawa, serta dari daerah lainnya.

Jakarta

Tumenggung Singadipati dan para syahbandar dianggap sebagai pejabat-pejabat yang sangat berpengaruh dalam perkembangan dan kemajuan pelabuhan Sunda Kelapa ini. Bangsa Portugis sejak tahun 1511 menguasai Malaka, daerah yang menjadi salah satu tujuan utarna, ekspor barang-barang dari pelabuhan sunda kelapa. Mereka berpikir pasti akan lebih menguntungkan apabila mereka juga dapat menguasai Pelabuhan Sunda Kelapa. Hasrat ini mereka mulai dengan memperkuat pengaruh di Pelabuhan Sunda Kelapa.

Mereka. berusaha untuk mendekati, tetapi pada saat itu Kerajaan Hindu Pajajaran memberikan suatu perjanjian kepada mereka yang di buat pada tangal 21 Agustus 1522. Perjanjian itu berisi antara lain, Portugis diizinkan mendirikan benteng di pelabuhan Sunda Kelapa, Sebagai imbalan, pelabuhan Sunda Kelapa secara berkala akan menerima berbagai barang kebutuhan yang diperlukan, Sebagai tanda persahabatan, Raja Pajajaran akan menyerahkan 1000 keranjang lada kepada Portugis. Perjanjian bilateral antara dua pihak ini ditorehkan di atas batu bertulis yang ditemukan di sebelah timur muara Ciliwung.

Pada saat itu kerajaan inggris melakukan penyerangan dan mengirimkan pasukan untuk menyerbu pelabuhan Sunda Kelapa melalui jalur laut. Fatahilah yang sudah memperkirakan serbuan itu segera mengerahkan pasukannya untuk menyambut pasukan portugis. Terjadilah perang besar, tetapi pasukan Fatahilah berhasil menghancurkan armada portugis tepatnya di teluk jakarta, dan pada saat itulah nama sunda kelapa berubah menjadi Jayakarta yang arti dari nama itu adalah “Kemenangan yang diraih” kemudian pada tanggal 2 Juni 1527 di tetapkan sebagai kota lahirnya kota Jakarta.

Comments are closed.